• mahendraangkasaputra@gmail.com
  • +6221-2287-9959
News Photo

Pertanian Asia Indonesia

Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Moeldoko menyebut bahwa salah satu tantangan besar pertanian saat ini adalah menyangkut masalah ketersediaan lahan. Hal itu disampaikannya saat pembukaan Asian Agriculture and Food Forum (ASAFF) 2020 di Jakarta.

Menurut Moeldoko, secara makro sektor pertanian adalah penyumbang GDP terbesar di kawasan Asia dan menjadi bagian strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan Asia. Namun, seiring dengan perkembangan industri dan perubahan iklim, lahan pertanian di kawasan Asia terus menyusut.

"Lahan pertanian menyusut hingga 44 persen. Kondisi ini mengancam produksi pangan Asia," kata Moeldoko melalui keterangannya, Kamis (12/3/2020).

Dia mengaku memperoleh perhitungan tersebut berdasarkan data Rural Development and Food Security Forum 2019 yang digelar Asian Development Bank (ADB) di Manila, Filipina, Oktober 2019 lalu. Kondisi tersebut turut menjadi perhatian kepada Indonesia.

Padahal ADB menyebut sebanyak 822 juta orang di muka bumi masih berada dalam kondisi tidak aman pangan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 517 juta orang (62,89 persen) berada di kawasan Asia dan Pasifik. Oleh karena itu ADB telah menetapkan pertanian dan ketahanan pangan menjadi salah satu dari tujuh prioritas operasionalnya hingga 2030 seiring dengan 17 tujuan SDGs (Sustainable Development Goals).

Moeldoko menyebutkan bahwa di Indonesia sendiri penyusutan lahan pertanian terjadi secara signifikan setiap tahunnya. Menurutnya, hampir 120 ribu hektar lahan berubah fungsi setiap tahunnya.

Share This News

Comment

Do you want to get our quality service for your business?